Islam memerintahkan agar para orang tua memberi nama anaknya dengan nama yang baik.
Seseorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah,
apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik,
mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam
hatirnu).” (HR. Aththusi).
Hendaknya memberi nama (tasmiyah) dilakukan pada saat aqiqah, yaitu
menyembelih dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk
anak perempuan.
”Setiap anak tergadai dengan (tebusan) akikahnya (seekor atau dua
ekor kambing) yang disembelih pada umur tujuh hari dan dicukur rambut
kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan diberi nama.” (HR. An-Nasaa’i)
Sebaliknya, Nabi menganjurkan agar kita memberi nama anak kita dengan nama Nabi, yaitu: Muhammad:
Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: ”Seseorang di antara kami
mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata
kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah Saw.
Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya
untuk menemui Rasulullah saw. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw.
ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama
Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan
membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah Saw. Rasulullah Saw.
bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan
memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di
antara kalian. (HR. Muslim).
Haram menamakan anak dengan nama Allah, seperti Malikul Amlak dan
Malikul Mulk (Raja Segala Raja) karena itu adalah nama Allah. Jangan
memberi nama anak dengan nama-nama Allah.
”Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah (Hamba Allah) dan Abdurrahman (Hamba Yang Maha Pengasih).” [HR Muslim]
Berikut adalah contoh nama-nama yang Islami yang berasal dari bahasa Arab
0 komentar:
Posting Komentar